Vuelta Tanpa Nibali-Porte


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 08 August 2016 09:48 WIB    Dibaca : 30 kali

 

Kecelakaan Parah di Olimpiade

Juara Giro d’ Italia 2016 Vincenzo Nibali datang ke Olimpiade Rio de Janeiro sebagai manusia baru. Rider Sicilia, Italia itu baru saja menandatangani kontrak dengan tim baru Bahrain-Merida dan berniat melupakan penampilan buruknya di Tour de France.

Namun yang didapat justru sebaliknya. Kecelakaan parah mematahkan dua tulang selangkanya. Nibali digadang-gadang menjadi rider terkuat merebut medali emas road race Olimpiade sebelum insiden tersebut terjadi.

Balapan sedang melewati turunan terakhir menjelang garis finis saat pembalap Italia itu berusaha memecah rombongan breakaway yang berjumlah tiga orang. Memasuki tikungan cepat menurun rodanya tergelincir lalu menabrak Sergio Henao (Kolombia).

Insiden itu langsung menghapus asa Italia meraih medali emas di cabang balap sepeda. Padahal strategi mereka sudah nyaris sempurna. Tiga rider berada di peloton breakaway yang terdiri atas 10 rider. Mereka adalah Nibali, Fabio Aru, dan Damiano Caruso.

Rencananya, mereka akan mengantarkan Nibali untuk melakukan attack di tanjakan terakhir sepanjang 8,9 kilometer di Vista Chinesa. Nibali memang sejak awal difavoritkan memenangi lomba mengingat rute Olimpiade tahun ini sepanjang 241,5 kilometer disebut-sebut sebagai yang paling sadis sepanjang sejarah event empat tahunan itu.

“Ini benar-benar kekecewaan yang amat besar,” ucap David Cassani pelatih sepeda Italia usai balapan.

“Khususnya karena mereka begitu tepat menginterpretasikan balapan ini, mereka sama sekali tidak egois, pengorbanan mereka, dan spirit tim yang luar biasa. Mereka telah mencapai semua yang kami inginkan dan sebuah perlombaan berat seperti ini. Dengan lawan seberat ini, balapan akan sulit, tapi mereka sempurna,” katanya kecewa. 

Tak lama kemudian, setelah Nibali dilarikan ke rumah sakit Cassani menulis cuitan di akun Twitter-nya. Mengabarkan bahwa pengoleksi empat gelar juara Grand Tour tersebut mengalami patah tulang selangka.

Tubuh Nibali dilaporkan menghantam permukaan jalanan dalam kondisi tengkurap. Akibatnya dua tulang selangkanya, kiri dan kanan, patah.. ‘’Turut sedih mendengar kabar tersebut,’’ tulisnya.

Pembalap lainnya Sergio Henao (Kolombia) dilaporkan mengalami patah tulang pinggul dan trauma pada thorax. Meski terdengar mengerikan, dokter tim Kolombia memastikan Henao akan pulih dalam waktu dekat.

"Dia tidak akan terkena komplikasi. Patah tulangnya bukan masalah besar. Akan sakit selama empat pekan ke depan. Setelah 15 rasa sakit itu hilang dia sudah boleh naik sepeda lagi,” tandasnya. 

Balapan tersebut kemudian dimenangi pembalap Belgia Gren Van Avermaet usai menumbangkan Jacob Fuglsang (Denmark) di sprint terakhir. Kemudian medali perunggu diraih Rafal Majka yang membela Polandia.

Pembalap Australia Richie Porte dilaporkan mengalami patah pada tulang skapula. Bintang tim World Tour BMC tersebut kehilangan kendali di 40 kilometer sebelum garis finis.

Sepedanya tak bisa mampu dibelokkan di rute turunan tajam. Akibatnya, roda depannya menghajar pembatas jalan dan tubuhnya terbalik lalu terbanting menghajar sisi luar jalan. 

Dengan insiden tersebut peluang Nibali dan Porte untuk turun di Vuelta a Espana. Porte sudah memastikan diri turun di  grand tour terakhir musim ini.

Meski Nibali masih belum mengumumkan bakal berlaga, Vuelta a Espana digadang-gadang bisa menjadi perburuan titel juara grand tour setelah penampilan buruknya di Tour de France. Vuelta bakal dimulai 20 Agustus mendatang. Waktunya sangat sempit bagi keduanya untuk kembali pulih. 

Nibali didiskualifikasi dari Vuelta tahun lalu karena kedapatan bermain curang. Dia terlihat mendapat bantuan tarikan dari mobil tim Astana saat mengejar ketertinggalan setelah mengalami kecelakan di 30 kilometer terakhir sebelum finis.

Tanpa Porte dan Nibali di Vuelta, peluang Alberto Contador (Tinkoff) serta Nairo Quintana (Movistar) terbuka lebar. Team Sky diperkirakan tidak menjadikan Chrsitopher Froome sebagai kapten tim karena kelelahan setelah menjuarai Tour de France dan turun di Olimpiade. Kemungkinan besar perannya akan digantikan Mikel Landa sebagai pembalap yang dilindungi. (*)

 

© 2014 Padek.co