Genjot Top 10 Daerah Tujuan Wisata Halal


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 11 July 2016 11:27 WIB    Dibaca : 36 kali

 

Upaya Kejar 20 Juta Turis pada 2019

Pemerintah memasang target kunjungan 20 juta wisatawan pada 2019. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi 10 teratas (top ten) daerah destinasi wisata halal. Wisatawan muslim memang menjadi incaran untuk mengejar target tadi.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Indonesia Riyanto Sofyan menuturkan, salah satu strategi untuk menarik kunjungan 20 juta wisatawan adalah menggaet wisatawan muslim atau wisata halal. Sebab, potensi uang yang dibawa wisatawan halal itu cukup besar.

”Rata-rata USD 2.500/orang (sekitar Rp 32,7 juta) untuk lama kunjungan umumnya sembilan hari,” kata Riyanto, Sabtu (9/7).

Tidak tanggung-tanggung, pemerintah mematok persentase wisatawan muslim atau wisata ha lal itu mencapai 25 persen atau 5 juta orang. Riyanto optimistis target tersebut bisa dicapai karena potensinya adalah 120 juta orang.

Riyanto menuturkan, tingkat kunjungan wisatawan juga akan maksimal ketika pemerintah berhasil menggenjot potensi top ten daerah tujuan wisata.

”Sepuluh daerah itu adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Kemudian, Jakarta, Jawa Barat, Lombok, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Riyanto menambahkan, Lombok sudah ditetapkan menjadi percontohan karena telah diakui dunia sebagai tujuan wisata halal terbaik. Dengan status itu, tingkat kunjungan wisatawan di Lombok naik rata-rata 50 persen setiap tahun. Daerah lain yang didorong untuk berprestasi seperti Lombok adalah Sumatera Barat dan Aceh.

Menurut Riyanto, industri halal saat ini sudah berevolusi menjadi gaya hidup. Sebelumnya, industri halal masuk ke tren dunia keuangan, yakni melalui perbankan syariah. Dia menjelaskan, ada sejumlah perbaikan yang harus dilakukan pemerintah untuk mengejar 20 juta wisatawan itu.

Di antaranya, meningkatkan branding Indonesia sebagai destinasi wisata muslim yang ramah. Kemudian, meningkatkan sertifikasi halal dan memperbaiki infrastruktur menuju lokasi wisata yang masih jelek.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Lokot Ahmad Enda menuturkan, Indonesia harus bisa menggeser Malaysia sebagai tujuan wisata muslim dunia. ”Malang, Makassar, dan Aceh sudah siap unjuk gigi,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini ada sejumlah kriteria wisata Indonesia yang masih kalah oleh  Malaysia. Di antaranya, destinasi wisata yang ramah dan aman untuk keluarga, pilihan bersantap dan jaminan kehalalan makanan dan minuman, serta pilihan akomodasi yang bersahabat. (*)

 

© 2014 Padek.co